PENDIDIKAN PADA ANAK USIA DINI
BAB II
ISI
2.1 Pengertian Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
Pendidikan Anak Usia Dini ialah salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik dan kecerdasan daya pikir, daya cipta, emosi, spiritual, berbahasa/ komunikasi, sosial. Selain itu, PAUD juga ialah suatu upaya pelatihan yang ditujukan kepada anak semenjak lahir hingga dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemdiberian rangsangan pendidikan untuk memmenolong pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani semoga anak mempunyai kesiapan dalam memasuki pendidikan yang lebih lanjut.
2.2 Tujuan Diadakannya PAUD
“Penelitian terhadap Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menyampaikan bahwa mutu pendidikan dan keberhasilan akademis secara signifikan dipengaruhi oleh kualitas masukan pendidikan yaitu kesiapan mental dan emosional anak memasuki sekolah dasar” (Widarso, 2008). Itulah yang mendasari tujuan diadakannya PAUD, yakni untuk memperlancar serta mempergampang anak untuk memasuki pertama pendidikan. Sehingga anak menjadi lebih mandiri, disiplin, dan lebih praktis berbagi kecerdasannya.
2.3 Fungsi dari Pendidikan Anak Usia Dini
Fungsi PAUD yakni sebagai pondasi yang kuat semoga dikemudian hari anak bisa bangun kokoh dan menjadi sosok insan yang berkarakter. Olek lantaran itu PAUD penting sekali untuk diadakan, lantaran pada usia belum dewasa ialah “masa emas” lantaran pada ketika itu perkembangan otak insan sangat cepat. Sehingga harus ada upaya pendidikan yang memadai pada masa tersebut.
2.4 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Indonesia
Rendahnya mutu pendidikan masih disandang oleh bangsa Indonesia. Hal ini disebabkan lantaran pendidikan anak usia dini di Indonesia jumlahnya masih relatif sedikit. Endah Kuntariyati (2007) menyampaikan “Itulah sebabnya pemerintah sekarang mulai menggalakkan PAUD di beberapa daerah”. Namun tugas pemerintah saja tidak cukup, keluargalah yang ialah masukana utama dan pertama guna melakukan Pendidikan Anak Usia Dini lantaran mengingat batasan PAUD yakni usia anak semenjak lahir hingga enam tahun. Widarso (2008) menyampaikan “Adapun beberapa tugas yang sanggup dilakukan oleh orang tua, yaitu sebagai pengamat, manajer, mitra bermain dan pemimpin”. Selain tugas pemerintah dan keluarga, tugas masyarakat juga sangat mendukung.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
- Dunia pendidikan di Indonesia masih terpuruk lantaran disebabkan oleh kurangnya pendidikan pada anak usia dini. Padahal pendidikan semenjak dini sangat diharapkan bagi anak sebagai pondasi yang kuat semoga dikemudian hari anak bisa bangun kokoh dan menjadi sosok insan yang berkarakter. Karena perkembangan otak anak masih cepat kalau dibandingkan dengan perkembangan otak insan dewasa.
- Pendidikan Anak Usia Dini sangat perlu dijalankan di Indonesia demi kemajuan dunia pendidikan Indonesia.
- Pendidikan Anak Usia Dini sanggup dijalankan mulai dari forum yang paling bersahabat dengan anak, yakni keluarga. Sebab keluargalah yang sangat berperan dalam pembentukan eksklusif anak semenjak kecil. Tentunya tidak spesialuntuk keluarga, masyarakat serta lembaga-lembaga pendidikan juga sanggup berperan serta dalam mendidik anak semenjak kecil.
3.2 Saran
Semoga pemerintahan sanggup melaksankan Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia dengan baik, guna kemajuan perkembangan pendidikan di Indonesia
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Rendahnya mutu pendidikan masih disandang bangsa Indonesia. Hal ini sanggup diminimalkan dengan mengoptimalkan pendidikan pada anak semenjak dini. Pada usia 0-6 tahun anak perlu menerima perhatian khusus lantaran ketika inilah kesiapan mental dan emosionalnya mulai terbentuk. Penelitian terhadap Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menyampaikan bahwa mutu pendidikan dan keberhasilan akademis secara signifikan dipengaruhi oleh kualitas masukan pendidikan, yaitu kesiapan mental dan emosional anak ketika memasuki sekolah dasar. Anak mulai berguru dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya semenjak bayi. Hal ini dikarenakan pertumbuhan otak bayi dibuat pada usia nol hingga enam tahun. Oleh lantaran itu asupan nutrisi yang cukup juga harus diperhatikan. Para hebat neurologi meyakini sekitar 50% kapasitas kecerdasan insan terjadi pada usia empat tahun, 80% terjadi ketika usia delapan tahun, dan 100% ketika anak mencapai usia 8-18 tahun. Itulah sebabnya, mengapa masa belum dewasa dinamakan masa keemasan. Sebab, setelah masa perkembangan ini lewat, berapapun kapabilitas kecerdasan yang dicapai oleh masing-masing individu, tidak akan meningkat lagi.
Bagi yang mempunyai anak, tentu tidak ingin melewatkan masa keemasan ini. Berdasarkan kajian neurologi dan psikologi, perkembangan kualitas anak usia dini disamping dipengaruhi oleh faktor bawaan juga dipengaruhi faktor kesehatan, gizi, dan psikososial yang diperoleh dari lingkungannya. Maka, faktor lingkungan harus direkayasa seterbaik mungkin semoga belum sempurnanya yang ditimbulkan faktor bawaan tersebut bisa diminimalisir.
Dalam tahun-tahun pertama kehidupan, otak anak berkembang sangat pesat dan menghasilkan bertrilyun-trilyun sambungan yang memuat aneka macam kemampuan dan potensi. Nutrisi bagi perkembangan anak ialah faktor terpenting yang tidak sanggup dipisahkan satu dengan yang lainnya.
Setidaknya terdapat enam aspek yang harus diperhatikan terkait dengan perkembangan anak antara lain:
- Perkembangan fisik: hal ini terkait dengan perkembangan motorik dan fisik anak menyerupai berjalan dan kemampuan mengontrol pergerakan tubuh.
- Perkembangan sensorik: berkaitan dengan kemampuan anak memakai panca indra dalam mengumpulkan informasi.
- Perkembangan komunikasi dan bahasa: terkait dengan kemampuan menangkap rangsangan visual dan bunyi serta meresponnya, terutama berafiliasi dengan kemampuan berbahasa dan mengekspresikan pikiran dan perasaan.
- Perkembangan kognitif: berkaitan dengan bagaimana anak berpikir dan bertindak.
- Perkembangan emosional: berkaitan dengan kemampuan mengontrol perasaan dalam situasi dan kondisi tertentu.
- Perkembangan sosial: berkaitan dengan kemampuan memahami identitas pribadi, kekerabatan dengan orang lain, dan status dalam lingkungan sosial.
Para orang bau tanah juga dituntut untuk memahami fase-fase pertumbuhan anak. Fase pertama, mulai pada usia 0-1 tahun. Anak diusia ini ialah suatu mahkluk yang tertutup dan egosentris. Ia mempunyai dunia sendiri yang berpusat pada dirinya sendiri. Dalam fase ini, anak mengalami pertumbuhan pada tiruana pecahan tubuhnya. Ia mulai latihan mengenal dunia sekitarnya dengan aneka macam macam gerakan. Anak mulai sanggup memegang dan menjangkau benda-benda disekitarnya. Ini berarti bahwa sudah mulai ada kekerabatan antara dirinya dan dunia luar yang terjadi pada pertengahan tahun pertama (± 6 bulan). Pada selesai fase ini terdapat dua hal yang penting yaitu: anak berguru berjalan dan mulai berguru berbicara.
Fase kedua, terjadi pada usia 2-4 tahun ditandai dengan anak semakin tertarik kepada dunia luar terutama dengan aneka macam macam permainan dan bahasa. Dunia sekitarnya dipandang dan didiberi corak berdasarkan keadaan dan sifat-sifat dirinya. Disinilah mulai timbul kesadaran akan "akunya". Anak berkembang menjadi pemberontak dan tiruana harus tunduk kepada keinginannya.
Fase ketiga, terjadi pada usia 5-8 tahun. Pada fase pertama dan kedua, anak masih bersifat sangat subjektif namun pada fase ketiga ini anak mulai sanggup melihat sekelilingnya dengan lebih adil. Semangat bermain berkembang menjadi semangat bekerja. Timbul kesadaran kerja dan rasa tanggung tanggapan terhadap kewajibannya. Rasa sosial juga mulai tumbuh. Ini berarti dalam kekerabatan sosialnya anak sudah sanggup tunduk pada ketentuan-ketentuan disekitarnya. Mereka menginginkan ketentuan-ketentuan yang logis dan konkret. Pandangan dan impian akan realitas mulai timbul.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Mengapa pendidikan di Indonesia masih rendah?
1.2.2 Apakah perlu diadakan PAUD di Indonesia?
1.2.3 Bagaimana cara menjalankan PAUD di Indonesia?
1.3 Tujuan
Dalam makalah ini kami berusaha untuk menunjukan seberapa pentingnya pendidikan anak di usia dini. Sebab hal itu sangat besar lengan berkuasa dalam perkembangan dunia pendidikan di Indonesia yang masih terpuruk ini, supaya lebih berkembang. melaluiataubersamaini demikian kami berharap supaya para petinggi negara khususnya di bidang pendidikan, sanggup mengupayakan semoga terselenggaranya pendidikan anak usia dini di Indonesia.
Dan bagi pembaca semoga sanggup mengerti informasi yang kami sampaikan ihwal pendidikan anak usia dini dalam makalah ini. Serta menanggapinya dengan tindakan yang positif dan mendukung.
DAFTAR RUJUKAN
- Endah Kuntariyati. 2007. PAUD Menyongsong Kualitas Anak Masa Depan. Pendidikan Network,(Online), (http://re-searchengines.com/endah31-5-2.html, diakses 14 Oktober 2009).
- James P. Pardede. 2007. Pentingnya Mendidik Anak Sejak Usia Dini. Multiply,(Online), (http://japarde.multiply.com/journal/item/45, diakses 7 Oktober 2009).
- Widarso. 2008. Pendidikan Matematika pada Anak Usia Dini. Pendidikan Network,(Online), (http://re-searchengines.com/widarso0508.html, diakses 7 Oktober 2009).
