Konsep Pendidikan Agama Islam
Menurut Muhaimin pendidikan agama Islam sanggup diartikan sebagai:
- Pendidikan ke-Islaman atau pendidikan agama Islam, yakni upaya mendidikkan agama Islam atau pemikiran Islamdan nilai-nilainya, semoga menjadi way of life (pandangan dan perilaku hidup) seseorang. Dalam pengertian yang kedua ini sanggup berwujud: (1) segenap acara yang dilakukan seseorang untuk memmenolong seseorang atau sekelompok penerima didik dalam menanamkan dan/atau menumbuhkembangkan pemikiran Islam dan nilai-nilainya untuk dijadikan sebagai pandangan hidupnya, yang diwujudkan dalam perilaku hidup dan dikembangkan dalam ketrampilan hidupnya sehari-hari; (2) segenap fenomena atau insiden perjumpaan antara dua orang atau lebih yang dampaknya ialah tertanamnya dan/atau tumbuh kembangnya pemikiran Islam dan nilai-nilainya pada salah satu atau beberapa pihak.
- Pendidikan dalam Islam, atau proses dan praktik penyenggaraan pendidikan yang berlangsung dan berkembang dalam sejarah umat Islam. Dalam arti proses bertumbuhkembangnya Islam dan umatnya, baik Islam sebagai agama, pemikiran maupun system budaya dan peradaban, semenjak zaman Nabi Muhammad Saw. Sampai sekarang. Jadi, dalam pengertian yang ketiga ini istilah “pendidikan Islam” sanggup dipahami sebagai proses pembudayaan dan pewarisan pemikiran agama, budaya dan peradaban umat Islam dari generasi ke generasi sepanjang sejarahnya.[26]
Sedangkan terkena pendidikan agama dan pendidikan keagamaan, dalam PP No. 55 Tahun 2007 dijelaskan bahwa:
Pendidikan agama ialah pendidikan yang mempersembahkan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian dan ketrampilan penerima didik dan mengamalkan pemikiran agamanya, yang dilaksanakan sekurang-kurangnya melalui mata pelajaran, jenjang kuliah, dan jenis pendidikan. Sedangkan pendidikan keagamaan ialah pendidikan yang mempersiapkan penerima didik untuk menjalankan peranan menuntut penguasaan ilmu pengetahuan wacana pemikiran agama dan mengamalkan pemikiran agamanya.[27]
1. Dasar Pendidikan Agama Islam
Dasar Pendidikan Agama Islam ialah suatu landasan yang dijadikan pegangan dalam menyelenggarakan pendidikan. Tujuannya, untuk mengetahui seberapa penting pendidikan agama Islam dalam kerangka kehidupan berbangsa dan bernegara
a. Dasar konstitusional
· Pancasila
Dari sila pertama pancasila yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa mengandung pengertian kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa atau beragama. Dan untuk mewujudkan kehidupan beragama berarti dibutuhkan pendidikan agama.
· Undang-Undang Dasar 1945 dalam Bab XI pasal 29 ayat 1 dan 2 yang berbunyi:
- Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa
- Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan diberibadah berdasarkan agama dan kepercayaannya itu[28].
Dan suara Undang-Undang Dasar tersebut di atas sanggup disimpulkan bahwa masyarakat negara Indonesia harus memiliki kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa atau beragama. Dan Negara melindungi kebebasan masyarakatnya untuk memeluk agama yang diyakini dan melaksanakan ibadah sesuai dengan pemikiran agama tersebut. Sedangkan pemikiran agama mustahil sanggup tersampaikan kepada umat tanpa adanya pendidikan agama.
b. Dasar operasional
- Yang dimaksud dengan dasar operasional ialah landasan dalam mengatur pelaksanaan pendidikan agama terutama di lembaga-lembaga formal.
- Undang-Undang Republik Indonesia No.20 Tahun 2003 wacana sistem pendidikan Nasional beserta penjelasannya.
- Ketetapan MPR No.II/MPR/1993 wacana GBHN yang pada pokoknya ditetapkan bahwa pelaksanaan pendidikan agama secara pribadi dimasukkan ke dalam kurikulum di sekolah-sekolah, mulai dari sekolah dasar hingga dengan Universitas-Universitas Negara.[29]
c. Dasar Religius
Dasar religius yang penulis maksudkan ialah dasar-dasar yang bersumber pada teks-teks Al-Qur’an dan Al-Hadits. Ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi banyak yang mengambarkan wacana pendidikan agama islam. Di bawah ini penulis kemukakan dasar-dasar yang bersumber dari teks-teks Al-Qur’an dan al-Hadits tersebut
a. Dasar dari Al-Qur’an antara lain:
Surat at-Taubah 122:
وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنفِرُواْ كَآفَّةً فَلَوْلاَ نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَآئِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُواْ فِي الدِّينِ وَلِيُنذِرُواْ قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُواْ إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ ﴿١٢٢﴾
Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu'min itu pergi tiruananya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka wacana agama dan untuk memdiberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka sudah kembali kepadanya, supaya mereka itu sanggup menjaga dirinya. (QS at-Taubah, 9:122).[30]
Surat Ali Imron ayat 104
وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ ﴿١٠٤﴾
Dan hendaklah ada di antara engkau segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS Ali Imron, 3:104)[31]
Surat an Nahl ayat 125
ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ ﴿١٢٥﴾
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan nasihat dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui wacana siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang menerima petunjuk.[32]
b. Dasar hadits antara lain:
حد ثنا مسدد بن مسرهد,حدثنا عبد الله بن دود:عن دودبن جميل,عن دردإ: كنت جالسا فى المسحد دمسق فجأه رجل, فقال يا أبى دردإ,بلغنى حدث عن رسول الله صل الله عايه وسلم:قال فإنى سمعت عن رسول الله صل الله عايه وسلم يقول:من سلك طريقا يطلب فيه علما سهل الله طريقا به من طرق الجنة,وإذ الملا ئكت لتضع أجنحتهارضا لطلب العلم فإن فضل العالم عل العابد كفضل القمر اليلة البدر على سائر الكوكب......
Musadad ibnu Musarhad menceritakan kepada kami, Abdillah ibn Dawud menceritakan kepada kami, dari Abu Darda’; Saya duduk di masjid Dimasqo’ hadir seorang laki-laki kemudian berkata; Ya abi Darda’ diberilah saya hadits dari Rasul SAW. Abi Darda’ menjawaban Sesungguhnya saya pernah mendengar dari Rasul SAW. Beliau bersabda: Barang siapa berjalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan megampangkan orang tersebut untuk menuju banyak sekali jalan di surga. Para malaikat mengepakkan akup keridhaannya untuk orang-orang yang menuntut ilmu Kelebihan orang yang diberilmu dari orang yang diberibadah (tanpa ilmu) bagaikan kelebihan terangnya sinar rembulan pada bulan purnama mengalahkan sinar banyak sekali bintang lainnya.. (diriwayatkan oleh At-Tarmidzi) [33]
اقرب الناس من درجة النبوة اهل العلم والجهاد اما اهل العلم فدلوالناس على ماجاءت به الرسول واما اهل الجهاد فجا هدوا بأسما فهم على ما جاءت به الرسل (رواه أبو نعيم)
Manusia yang paling erat kepada derajat kenabian itu ialah orang-orang yang diberilmu dan orang-orang yang berjihad. Adapun orang-orang diberilmu,maka mereka itu memdiberi petunjuk kepada insan berdasarkan apa yang dibawa oleh para rasul. Sedangkan orang-orang yang berjihad itu berjuang dengan–pedang- rasul itu.[34]
d. Dasar psikologi
Semua insan yang hidup di dunia selalu membutuhkan suatu pegangan dalam hidupnya, sebab intinya tiruana jiwa mengakui adanya dzat yang maha kuasa, kawasan mencari ketenangan hati, meminta santunan dan pertolongan. sepertiyang firman Allah dalam surat Al-Maidah ayat 2 yang berbunyi
Pengertian, Konsep dan Hakekat Pendidikan Islam
Pengertian, Konsep dan Hakekat Pendidikan Islam
ِ…dan tolong-menolonglah engkau dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan tidakboleh gotong royong dalam berbuat dosa dan pelanggaran........(QS Al-Maidah: 2)[35]
Oleh sebab itu insan akan selalu berusaha untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, spesialuntuk saja caranya tidak sama. Pendidikan agama Islam di perlukan untuk mengarahkan fitrah insan tersebut kearah yang benar yang sesuai dengan pemikiran agama Islam.
2. Tujuan Pendidikan Agama Islam
Sebelum kita berbicara lebih jauh wacana tujuan pendidikan agama Islam maka terlebih lampau di sini akan penulis jelaskan yang dimaksud dengan tujuan. Secara etimologi, tujuan ialah ”arah, maksud atau haluan.[36] Secara terminologi, tujuan berarti, sesuatu yang diharapkan tercapai sehabis sebuah perjuangan atau acara selesai”. Tujuan pendidikan agama Islam berdasarkan beberapa pendapat ialah :
- Menurut pendapat Abdurrahman Saleh Abdullah dalam bukunya ”Educational Theory a Qur’anic Outlook” bahwa pendidikan Islam bertujan ”untuk membentuk kepribadian sebagai khalifah Allah swt. atau sekurang-kurang mempersiapkan kepada jalan yang mengacu kepada tujuan akhir. Tujuan utama khalifah Allah ialah diberiman kepada Allah dan tunduk serta patuh secara total kepada-Nya.”[37]
- Ibnu Khaldun merumuskan tujuan Pendidikan Agama Islam, sebagaimana yang dikutip oleh Al-Athiyyah al-Abbrasi adalah;
- Tujuan yang berorientasi akhirat, yaitu membentuk hamba-hamba Allah yang sanggup melaksanakan kewajiban-kewajiban kepada Allah.
- Tujuan yang berorientasi dunia, yaitu membentuk manusia-manusia yang bisa menghadapi segala bentuk kehidupan yang lebih layak dan bermanfaa bagi orang lain.[38]
- Imam Al-Ghazali menyampaikan tujuan Pendidikan Agama Islam yang hendak dicapai ialah : pertama, kesempurnaan insan yang puncaknya erat dengan Allah. Kedua, peluang insan yang puncaknya kebahagiaan di dunia dan akhirat.[39] Kesempurnaan yang dimaksud ialah keseimbangan dan keserasian antara beberapa hal antara lain:
- Kekuatan ilmu, yaitu dengan ilmu akan simpel membedakan antara kebenaran dengan kebohongan atau kejahatan dalam perkataan dan perbuatan. Bila mana kekuatan ilmu ini sudah tepat maka lahirlah kebijaksanaan.
- Kekuatan Ghadab (marah) yaitu apabila ghadab terkendali serta terarah
- Kekuatan sahwat (keinginan) yaitu apabila diarahkan berdasarkan petunjuk nalar dan sara’ (agama )[40]
Secara umum, Pendidikan Agama Islam bertujuan untuk ”meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan dan pengalaman penerima didik wacana agama Islam, sehingga menjadi insan muslim yang diberiman dan bertaqwa kepada Allah swt. serta berakhlaq mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.”[41]
Dari uraian di atas terkait dengan tujuan Pendidikan Agama Islam, sanggup diketahui bahwa secara garis besar antara tujuan pendidikan dengan tujuan Pendidikan Agama Islam mengerucut kearah yang sama. Kalaupun tujuan pendidikan secara umum ialah menyebarkan seluruh potensi diri semoga bisa melaksanakan kiprah hidup, permasalahan hidup dan tujuan kehidupan, maka tujuan pendidikan agama Islam ialah mengarahkan kepada hal-hal tersebut untuk dilaksanakan sesuai dengan agama Islam. Meningkatkan keimanan seseorang kepada Allah sehingga akan melaksanakan sesuatu yang diperintahkan oleh Allah dan menjauhi sesuatu yang menjadi larangan-Nya. Melaksanakan moralitas Islami yang di teladani dari tingkah laris kehidupan Rasulullah SAW. Kaprikornus tujuan Pendidikan Agama Islam selain berorientasi kepada kehidupan alam abadi juga berorientasi kepada kehidupan dunia yaitu membentuk manusia-manusia yang bisa menghadapi segala bentu kehidupan yang lebih layak dan bermanfaa bagi makhluk yang lain.
