-->
Sejarah Gold’S Gym
1. Sejarah Gold’s Gym
Gold gym berdiri pertama kali pada tahun 1965 di Venice, California USA sampai ketika ini Gold’s Gym sudah hadir 630 lokasi di 32 negara. Gold’s Gym sendiri mulai masuk ke Indonesia semenjak simpulan 2006 lalu. Di Indonesia, Gold’s Gym hadir di 8 lokasi salah satunya berada di Summarecon Mal Serpong (Gading Serpong). Gold’s Gym Gading Serpong hadir sebagai daerah kebugaran yang samasukannya untuk orang yang ingin benar-benar memperbesar badan.

Kualitas yang didiberikan oleh Gold’s Gym yaitu tiap-tiap jadwal yang ada dirancang sesuai tujuan masing-masing anggota atau penerima Fitness di Gold’s Gym. Beberapa jadwal tes yang sanggup dipilih di Gold’s Gym antara lain Cardio Exercise Spinning, Aerobics, dan Yoga.

Gold’s Gym sendiri menunjukkan paket tes dengan sistem member. Secara garis besar, sistem member ini tersedia dalam dua pilihan yakni member dengan personal pelatih dan member non personal instruktur. Sementara itu dari sisi kesehatan, Gold’s Gym menyediakan andal gizi yang akan memmenolong para anggotanya menetapkan contoh makan. Dan bagi anggota baru, Gold’s Gym memdiberi 2 sesi free latihan bersama personal pelatih serta satu kali konsultasi dengan andal gizi. Layanan olahraga kebugaran yang disediakan Gold’s Gym dihadirkan untuk laki-laki dan wanita. Sementara untuk usia latihan yang sesuai Gold’s Gym mempunyai kebijakan usia tes minimal 16 tahun.

2. Desain Interior Gold’s Gym PX Pavillion
Lobby & lounge pada Gold’s Gym PX Pavillion terletak setelah area masuk bab resepsionis, dan dinding bermaterial beling bening eksklusif berbatasan dengan luar bangunan pada bab lain terdapat dinding dengan material bata exposed di-cat putih. Terdapat split level dengan kenaikan kira-kira 15 - 20 cm khusus area lounge dan menggunakan material parket warna coklat petang, sedangkan pada area lobby, lantai menggunakan keramik glossy. Pada ceiling dipisah bab antara lounge dan lobby, lounge dengan ceiling yang bermaterial finishing glossy sehingga terlihat pantulan-pantulan lampu, sedangkan bab lobby dan yang lainnya menggunakan exposed ceiling dengan lampu-lampu LED warm white 120 cm.

Nuansa ketika masuk dalam Gold’s Gym PX Pavillion ini terasa elegant dengan warna-warna lampu warm white. Di area masuk Gold’s Gym, terdapat counter resepsionis dengan indirect lamp yang menggunakan material bata exposed dan besi stainless pada bab top table. Bagian dinding juga kombinasi antara bata exposed di-cat putih dan pgual kayu pada bab resepsionis, kemudian lantai pada area masuk menggunakan keramik glossy. Pencahayaan menggunakan lampu-lampu dengan warna warm white sehingga nuansa kekuningan sangat terasa pada area tersebut. Ceiling berjenis exposed ceiling dengan permainan lampu LED terlihat ketika memasuki area fitness Gold’s Gym.

Angkat Besi (OLAHRAGA)

Pada area kardio ini, menggunakan lantai bermaterial karpet warna abu-abu, tetapi adanya split level pada bab lantai untuk peletakan alat fitness menyerupai treadmill, split level tersebut menggunakan material lantai parket, dinding menggunakan beling bening pada area yang berbatasan eksklusif dengan luar bangunan dan sisi lain menggunakan material cermin, kemudian ada bab ceiling yang menggunakan exposed ceiling dengan permainan lampu LED warm white dan bab ceiling yang lain terdapat drop ceiling yang terpisah-pisah dalam bentuk memanjang, kemudian dimanfaatkan indirect lamp di celah drop ceiling tersebut. Pencahayaan yang dihasilkan warm white dengan pengaruh yang cukup terperinci menerangi seluruh ruangan.

Di aerobik studio Gold’s Gym PX Pavillion ini, disetiap sisi dinding bab atas perbatasan cermin digunakan indirect lamp sehingga cahaya yang dihasilkan ialah pantulan halus berwarna warm white kemudian drop ceiling yang terdapat di bab kolom memanfaatkan indirect lamp juga. Dinding didominasikan material cermin dan lantai menggunakan material parket warna cerah.

Pada mind & body room ini atau ruang untuk melaksanakan aktifitas yoga, berbatasan eksklusif dengan luar bangunan jadi digunakan beling bening pada beberapa bab dinding, dan bab dinding lain digunakan material cermin untuk mendukung aktifitas yang dilakukan, kemudian pada lantai digunakan material parket dan pencahayaan dalam ruangan tersebut menggunakan pencahayaan alam pada siang hari, jadi lampu spesialuntuk dinyalakan ketika aktifitas terjadi pada malam hari. Ceiling bermaterial gypsum dan spesialuntuk dibuat ornamen-ornamen melingkar biar tidak terlalu ‘flat’.

Dalam ruang cycling/sepeda yang agak melingkar ini, ceiling dibuat dalam contoh memutar layaknya sebuah roda dengan susunan ‘trap’, dimana bertingkat-tingkat antar modul, dan material yang digunakan yaitu gypsum. Dinding ruangan ini dikelilingi oleh material cermin dengan pecahan cutting sticker yang menggambarkan atlet sepeda. Kemudian pada bab lantai menggunakan material karpet berwarna abu-abu dan terdapat split level dengan ketinggian 25 – 30 cm yang diperuntukan untuk pelatih sepeda. Lalu pada bab depan ruangan terdapat layar tv yang mendukung aktifitas bersepeda tersebut.

Pada weight area ini, menggunakan lantai bermaterial karpet warna abu-abu, dinding menggunakan beling bening pada area yang berbatasan eksklusif dengan luar bangunan dan sisi lain menggunakan material cermin, kemudian ada bab ceiling yang menggunakan exposed ceiling dengan permainan lampu LED warm white dan bab ceiling yang lain terdapat drop ceiling yang terpisah-pisah dalam bentuk memanjang, kemudian dimanfaatkan indirect lamp di celah drop ceiling tersebut. Pencahayaan yang dihasilkan warm white dengan pengaruh yang cukup terperinci menerangi seluruh ruangan.

3 Sejarah Fitness First
Fitness First yaitu nomor satu perusahaan global kebugaran dengan lebih dari 430 klub di seluruh dunia, dan di Jakarta ada 9 klub yang terletak di bangunan komersial kelas A.

Didirikan pada tahun 1992 di Inggris, Fitness First diciptakan dengan tujuan membuatkan rantai klub kesehatan dan kebugaran yang serius untuk mempersembahkan konsep klub berkarakter tinggi yang menunjukkan nilai tinggi untuk uang. Sekarang di Inggris, Fitness First mempunyai 166 klub yang sedang beroperasi.

4. Desain Interior Fitness First Taman Anggrek
Di area masuk Fitness First, terdapat counter resepsionis dengan tinggi sekitar 110 cm, menggunakan material cat duco hitam dengan perpaduan list warna coklat. Bagian dinding di cat dengan warna yang variatif yaitu kuning, biru, hijau dan ungu, kemudian lantai pada area masuk didominasikan menggunakan keramik putih glossy. Pencahayaan menggunakan downlight dengan color temperature daylight. Ceiling menggunakan gypsum dengan finishing warna putih.

Cardio theater ini letak dan posisinya di lantai dua, terdapat ± 90 mesin kardio. Dinding bermaterial finishing cat tembok, kombinasi beling bening sebagai partisi. Cat tembok berwarna putih. Ceiling berjenis exposed ceiling dan ada permainan drop ceiling yang di-cat warna-warni. Pencahayaan menggunakan downlight, daylight temperature dan indirect lamp (LED) di bab drop ceiling dengan temperature warm white. Terdapat split level sekitar 10-15 cm pada area kardio yang menggunakan material vinyl dan area yang tidak ber-split level digunakan material keramik glossy.

Pada area ini dibiarkan terbuka, perbatasan area spesialuntuk ditandai dengan adanya perbedaan material lantai, dimana area tersebut menggunakan parket dan area sirkulasi jalan digunakan keramik glossy. Pencahayaan digunakan lampu downlight dan terdapat lampu halogen yang mempunyai color temperature warm white. Dinding digunakan material cermin. Ceiling berjenis exposed ceiling dan terlihat susukan AC, dll. Area ini digunakan untuk melatih tes dengan personal trainer yang memanfaatkan gerakan terbaring di lantai.

Aktifitas yang dilakukan dalam ruangan ini yaitu yoga, dinding bermaterial cat tembok warna putih dikombinasi dengan cermin dan pgual kayu. Kemudian pada lantai menggunakan material parket, terdapat split level pada bab depan yang berfungsi untuk pelatih yoga. Terdapat drop ceiling dan indirect lamp (warm white), dan lampu yang lain menggunakan downlight. Terdapat bebatuan koral berwarna putih yang diletakkan di pinggir ruangan untuk mendukung suasana relaks dalam aktifitas yoga.

Pengertian, Sejarah, Teknik dan Manfaat Olahraga Golf

Dalam studio ini pencahayaan general digunakan lampu downlight dan terdapat juga beberapa lampu spotlight untuk mendukung acara bersepeda yang dilakukan. Pada lantai digunakan karpet berwarna petang dan akustik ceiling sebagai materi peredam suara. Pada dinding menggunakan cat tembok dan terdapat gambar-gambar galaksi sebagai elemen dujungatif dalam ruangan.

Akses area ini terdapat di lantai dua, tetapi ketika memasuki area ini, melewati pintu beling dan harus menuruni beberapa anak tangga. Lantai menggunakan material parket berwarna cerah, dinding menggunakan finishing cat tembok putih dan kombinasi berwarna ungu. Pencahayaan ruangan menggunakan lampu downlight dengan temperatur daylight.

Akses area ini terdapat di lantai dua, tetapi ketika memasuki area ini, harus menuruni beberapa anak tangga. Lantai dipenuhi oleh material karpet, dinding bermaterial finishing cat tembok dengan kombinasi warna putih dan hijau, pada beberapa sisi dinding dipasang cermin. Ceiling menggunakan jenis exposed ceiling dan pencahayaan menggunakan lampu downlight serta lampu gantung dengan color temperature daylight.

Area ini terletak di lantai dua. Dibatasi oleh perbedaan material lantai, lantai menggunakan material keramik dove bertekstur. Ceiling berjenis exposed ceiling, dan dinding menggunakan cat tembok berwarna hijau dan putih. Terdapat area duduk di depannya berupa coffee table ataupun meja bar. Pencahayaan menggunakan lampu downlight.

Area ini terdapat di lantai dua Fitness First. Akses melalui area cardio theater. Lantai bermaterial keramik watu bertekstur. Ceiling terdapat permainan up ceiling dengan adanya lampu indirect lamp, kemudian pada bab dalam ceiling di cat warna biru untuk menghasilkan pengaruh cahaya warna biru. Dinding finishing cat tembok coklat. Dan pencahayaan didominasi oleh pencahayaan alami dari sinar matahari.

LihatTutupKomentar