KEANEKARAGAMAN PADA HEWAN DAN TUMBUHAN
Tujuan
- Mendeskripsikan hasil pengamatan ihwal banyak sekali variasi pada binatang atau tumbuhan.
- Membuat dendogram menurut Indeks Kesamaan Sorensen.
- Menentukan sejauh mana persamaan dan perbedaan pada individu-individu yang diamati.
- menyimpulkan dan mengkomunikasikan hasil pengamatan.
Landasan Teori
a. Pengertian Keguakaragaman Hayati
Keguakaragaman hayati yaitu keguakaragaman makhluk hidup yang menunjukkan keseluruhan variasi gen, spesies dan ekosistem di suatu daerah. Ada dua faktor penyebab keguakaragaman hayati, yaitu faktor genetik dan faktor luar. Faktor genetik bersifat relatif konstan atau stabil pengaruhnya terhadap morfologi organisme.Sebaliknya, faktor luar relatif stabil pengaruhnya terhadap morfologi organisme. “ Tidak ada dua individu yang sama persis”. Hal ini disebabkan oleh adanya variasi organism dari spesies yang sama atau keguakaragaman spesies. Lingkungan atau faktor eksterna; menyerupai makanan, suhu, cahaya matahari, kelembaban, curah hujan dan faktor lainnya gotong royong faktor menurun yang diwariskan dari kedua induknya sangat besar lengan berkuasa terhadap fenotip suatu individu. melaluiataubersamaini demikian fenotip suatu individu ialah hasil interaksi antara genotip dengan lingkungannya. Baik binatang maupun tumbuhan juga mempunyai variasi yang tampak antara lain dalam bentuk, ukuran tubuh, warna dan ciri khan lainnya.
Keguakaragaman hayati secara luas sudah digunakan konsepnya di alam tetapi dalam penerapannya tidak terlalu baik. Beberapa negara menginterpretasikan konservasi dari keguakaragaman hayati sangat kaku, Negara-negara tersebut beropini bahwa tiruana pengembangan sanggup dihalangi oleh prospek hilangnya tempat kediaman makhluk hidup.
Keguakaragaman hayati sudah muncul sebagai topik ilmiah dengan tingkat sosial yang tinggi menonjol dan hasilnya kepentingan politik. Sampai-sampai para ilmuwan ingin melihat program-program untuk melestarikan keguakaragaman hayati dilaksanakan, mereka harus sadar akan aspek politik dari duduk masalah dan bersiaplah untuk membuat kompromi yang diharapkan ketika seseorang masuk ke dalam arena politik. Konservasionis menghadapi duduk masalah serupa menyerupai kampanye melawan kekejaman terhadap binatang jauh lebih baik dengan daya tarik insan terhadap binatang dibandingkan dengan penderitaan yang sebenarnya, sehingga hilangnya spesies sering terlihat lebih dalam hal daya tarik spesies ke insan daripada faktor-faktor biologis.
b. Macam-macam Keguakaragaman Hayati
Terdapat bermacam-macam definisi ihwal keguakaragaman hayati, tetapi spesialuntuk tiga kategori utama yang akan dijelaskan di sini. Pertama yaitu keguaka ragaman azas keturunan, yang sanggup mengakibatkan keguaka ragaman gen dalam jenis yang sama menyerupai halnya antar jenis. Kedua yaitu keguaka ragaman yang taxonomic, didasarkan pada taxa yang tidak sama dimasukkan ke dalam suatu ekosistem. Ketiga yaitu keguaka ragaman fungsional, mengenali variasi dari tugas organisme yang tidak sama- termasuk memisahkan langkah-langkah hidup dari jenis individu di dalam ekosistem.
c. Teori Generalis
Teori generalis secara sederhana dihubungkan dengan populasi yang ada ( Hutchinson 1957) dan Hutchinsonians secara tegas menolak konsep dari suatu relung yang kosong. Relung yang potensial dari suatu populasi yaitu cakupan dari kondisi-kondisi inveronmental di mana itu sanggup tetap berlaku. Tetapi ini yaitu konsep yang berharga bagi pemahaman keguakaragaman hayati, sehingga layak mengeksplorasi. populasi yaitu kimasukan kondisi lingkungan di mana ia sanggup bertahan, yang bekerjsama relung yaitu rentang di mana ketika ini ditemukan dan relung kosong ialah suatu lingkungan yang sanggup secara prinsip mendukung penduduk dari beberapa macam tapi ketika ini tidak. Sebuah ekosistem yang bermacam-macam biasanya satu di mana relung pasar yang erat dikemas, di setiap kamar ditempati oleh sebuah keluarga yang tidak sama untuk meregangkan analogi (Christiansen dan Fenchel 1977). Invasi oleh super pesaing yang sanggup mengusir banyak dari spesies orisinil dari relung pasar mereka, intinya mengambil alih seluruh apartemen, sangat mengurangi keragaman masyarakat.
d. Menetapkan nilai pada spesies
Kepunahan yaitu faktor yang mengganggu keduanya ilmuwan dan orang awam, dan untuk ilmiah. komunitas prospek kehilangan suatu spesies sebelum kita mencar ilmu ihwal itu yaitu ganda. Meskipun demikian, kita harus menyeimbangkan prioritas kami dengan hati-hati untuk membuat pilihan yang bijak. Di atas tiruana itu, bila kita ingin secara politis efektif dan mendapat pemberian publik untuk keguakaragaman hayati, kita harus mengenali faktor-faktor sosial yang sanggup menghasilkan. memperoleh pemberian dan perhatian politik. Ini mungkin tidak selalu cocok dengan ilmiah, tetapi dalam arena politik kita harus mencar ilmu untuk berkompromi.
Pada belahan atas daftar setiap faktor yang membuat suatu spesies kandidat yang baik untuk publik Dukungan karisma. Beberapa binatang menangkap perhatian publik dan akan selalu memimpin kampanye untuk konservasi, terlepas dari duduk masalah biologis Sebagai contoh, panda raksasa (Ailuropoda melanoleuca) yg makan bambu yang jarang ditemukan, spesialuntuk di dalam barat daya Negeri China, namun juga yaitu sudah menangkap imajinasi dunia dan mempunyai yang diadopsi sebagai simbol dari WWF (mula-mula World Wildlife Fund).
e. Keguakaragamn Tumbuhan Mirabilis jalapa
Seperti pemaparan terkena pengertian keguakaragaman hayati diatas, bahwasannya setiap makhluk hidup itu berguakaragaman jenisnya hal tersebut membuktikan adanya variasi gen yang diturunkan oleh induknya. Keguakaragaman yang akan dipaparkan lebih di spesifikasi, lantaran pemaparan ini terkena keguakaragaman tumbuhan Mirabilis jalapa (bunga pukul empat).
Tumbuhan bunga pukul empat mempunyai variasi yang beragaman, diantaranya terlihat pada morfologi luar tubuhnya yakni perbedaan warnanya, terdapat bunga pukul empat berwarna putih, putih ungu, kuning, merah dan masih banyak lagi jenisnya.
1. Deskripsi Mirabilis jalapa (bunga pukul empat)
Bunga pukul empat ialah tumbuhan hias, pada umur 3 bulan tumbuhan ini gres mulai berbunga. Bunganya menyerupai terompet kecil, warna bunga tergantung jenisnya, ada yang merah, putih, kuning, bahkan kadang kala dalam satu pohon terdapat warna campuran. Batangnya tebal dan tegak tidak berbulu dan banyak bercabang-cabang. Daunnya berbentuk menyerupai gambar hati berujung runcing dan panjangnya 3 - 15 cm. lebarnya 2 - 9 cm. Bijinya lingkaran berkerut, bila sudah masak berukuran 8 mm. Pada waktu muda bijinya berwarna hijau, kemudian menjelma hitam kehitaman. Akhirnya pada ketika matang bewarna hitam sepenuhnya. Tanaman ini biasanya tumbuh liar tidak terpelihara.
2. Distribusi penyebaran Mirabilis jalapa
Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan. Di Indonesia hampir ditanam dimana-mana sehingga simpel dijumpai lantaran tumbuhan ini simpel mengikuti keadaan dengan iklim tropik, sanggup tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi.
3. Habitat
Bunga Pukul empat ialah tumbuhan tropis, sanggup tumbuh hingga ketinggian 1.200 m di atas permukaan laut. Suhu yang dikehendaki berkisar antara 26 - 30° C, meskipun suhu lingkungan sejuk, namun demikian juga membutuhkan sinar matahari yang cukup. Tanah yang dikehendaki untuk pertumbuhan Bunga Pukul Empat yaitu tanah yang gembur, rindang, dengan pH tanah 6 - 7.
4. Manfaat Tumbuhan
Biji bunga pukul empat sanggup dijadikan bedak bila dicampur dengan materi lainnya atau digunakan juga sebagai krem untuk kulit yang terbakar. (sumber :
http://www.proseguat.org/prohati2/browser.php?docsid=109)
f. Indeks Kesamaan
Untuk membandingkan antara indovidu dalam spesies yang sama atau spesies yang tidak sama sanggup dilakukan analisa kesamaan dan keberagaman memakai indeks kesamaan. Penggunaaan indeks kesamaan tersebut kami pergunakan dalam mengidentifikasi tingkat korelasi pada tumbuhan bunga pukul empat. Berbagai indeks kesamaan sanggup digunakan. Salah satunya contohnya dengan memakai Indeks Kesamaan dari Sorensen. melaluiataubersamaini memakai Indeks Kesamaan kita sanggup memilih sejauh mana persamaan dan perbedaan banyak sekali jenis bunga pukul empat yang diamati.
Indeks Kesamaan Sorensen
melaluiataubersamaini metode ini sanggup ditentukan berapa banyak kesamaan atau perbedaan antara komunitas yang satu dengan komunitas yang lainnya. “ Index of similiry” atau rumus indeks kesamaan:
Kesamaan
Nilai S berkisar antara 0 % - 100%. Nilai S mendekati 100% menunjukkan individu atau materi yang diamati tingkat kesamaannya atau kemiripannya semakin tinggi, sedangkan nilai indeks kesamaan mendekati 0% menunjukkan tingkat kesamaannya semakin rendah.
melaluiataubersamaini:
- S= Indeks Kesamaan
- A= jumlah abjad yang di spesies A atau individu A
- B= Jumlah abjad yang di spesies B atau Individu B
- C = Jumlah abjad yang ada di A dan juga ada di B
Alat dan Bahan
- Alat tulis untuk mencatat
- Tumbuhan Mirabilis jalappa (Bunga pukul empat) dengan 5 variasi yang tidak sama
Teknik Kerja
V. Pembahasan dan Diskusi
a. Pembahasan
Pada acara praktikum terkena keguakaragaman pada binatang dan tumbuhan, kami melaksanakan identifikasi pada tumbuhan yang sudah ditentukan. Hewan atau tumbuhan yang kami identifikasi ialah satu jenis tumbuhan dengan variasi yang tidak sama-beda (intraspesies). Jenis tumbuhan yang kelompok kami amati yaitu tumbuhan Mirabilis jalappa (Bunga pukul empat). Terdapat 5 macam (varietas) bunga pukul empat dengan beberapa sifat (karakter) yang kami amati, antara lain: bentuk daun muda menyerupai jantung, warna corola kuning, corolla satu warna, tangkai sari merah, kepala putik berwarna merah, calyx berwarna hijau tua, pada batang terdapat kombinasi merah, warna daun hijau muda, warna batang hijau muda, dan tangkai putik warna kuning. Setiap individu didiberi nama SP1, SP2, SP3, SP4, dan SP5.
Setiap tumbuhan mempunyai karakteristik yang tidak sama-beda hal ini menunjukkan adanya variasi sifat dari masing-masing individu dalam satu spesies. Terdapat beberapa perbedaan dan persamaan dari setiap individu yang diamati. Perbedaan setiap macam individu terdapat pada warna corola kuning, corolla satu warna, calyx berwarna hijau tua, pada batang terdapat kombinasi merah, warna daun hijau muda, warna batang hijau muda, dan tangkai putik warna kuning. Persamaan masing-masing individu terdapat pada bentuk daun muda menyerupai jantung, tangkai sari merah dan kepala putik berwarna merah.
Untuk mendapat perbandingan antara setiap individu tersebut, sanggup dilakukan dengan analisa kesamaan dan keberagaman dengan memakai Indeks Kesamaan, salah satunya yaitu indeks kesamaan Sorensen.
Dari hasil penghitungan indeks kesamaan antara kelima jenis bunga pukul empat di atas, sanggup diketahui bahwa SP4 berkerabat bersahabat dengan SP5. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya kesamaan pada kedua varietas tersebut sebanyak 5 abjad sama, antara lain bentuk daun muda menyerupai jantung, corolla satu warna, tangkai sari merah, kepala putik berwarna merah dan pada batang terdapat kombinasi merah. Indeks kesamaan antara SP4 dan SP5 yaitu 90,9. Nilai tersebut ialah nilai indeks yang paling tinggi, artinya individu-individu tersebut mempunyai taraf kesamaan paling tinggi/banyak. Sementara SP1 berkerabat dengan SP2 dengan indeks kesamaan sebesar 66,6. SP(1,2) berkerabat dengan SP(4,5) dengan indeks kesamaan sebesar 42,25. SP(1,2,4,5) berkerabat dengan SP3 dengan indeks kesamaan 16,7. Hal tersebut membuktikan bahwa taraf kesamaannya paling sedikit/rendah.
Perbedaan terdapat pada individu-individu tersebut walaupun berada dalam satu spesies. Variasi organisme ini terjadi lantaran adanya beberapa faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor eksternal sanggup berupa sinar matahari, cahaya, makanan, kelembaban, dsb. Faktor tersebut akan mempengaruhi faktor internal (faktor menurun yang diwariskan) yaitu adanya dampak lingkungan terhadap fenotip suatu individu. Hal tersebut pada akhirnya menimbulkan perbedaan genotip pada sifat tertentu yang dimiliki setiap individu sehingga mempunyai fenotip (penampakan) yang tidak sama-beda.
b. Diskusi
1. Adakah variasi sifat dari objek yang saudara amati ?
Ya, variasinya terlihat pada ukuran bunga, warna bunga, warna daun tua, warna batang dan bentuk daun.
2. Adakah persamaan dan perbedaannya ?
Ya, tentu saja ada perbedaan dan persamaan
3. Variasi sifat apakah yang paling banyak dijumpai pada objek pengamatan?
Variasi sifat yang paling banyak dijumpai yaitu warna bunga, batang dan daun.
4. Hitunglah Indeks Kesamaan dari objek yang anda amati ?
Perhitungan pada belahan pembahasan
5. Buatlah dendogram dari hasil perhitungan indeks kesamaan?
Dendogram pada belahan pembahasan
Kesimpulan
Dalam satu spesies, Mirabilis jalappa, terdapat banyak variasi yang beragam. Bedasarkan dendogram diketahui bahwa Indeks kesamaan antara SP4 dan SP5 yaitu 90,9. Nilai tersebut ialah nilai indeks yang paling tinggi, artinya individu-individu tersebut mempunyai taraf kesamaan paling tinggi/banyak. Sementara SP1 berkerabat dengan SP2 dengan indeks kesamaan sebesar 66,6. SP(1,2) berkerabat dengan SP(4,5) dengan indeks kesamaan sebesar 42,25. SP(1,2,4,5) berkerabat dengan SP3 dengan indeks kesamaan 16,7. Hal tersebut membuktikan bahwa taraf kesamaannya paling sedikit/rendah.
Daftar Pustaka
- Henuhili, Victoria dan Suratsih. 2003. Genetika. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
- Yatim, Wildan. 1991. Genetika. Bandung: Tarsito.LA
