-->
Pengertian Ketahanan Nasional Indonesia
KETAHANAN NASIONALPengertian ketahanan nasional yaitu kondisi dinamika, yaitu suatu bangsa yang meliputi keuletan dan ketangguhan yang bisa membuatkan ketahanan, Kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, kendala dan ancaman baik yang hadir dari dalam maupun dari luar. Juga secara eksklusif ataupun tidak eksklusif yang sanggup membahayakan integritas, identitas serta kelangsungan hidup bangsa dan negara. Dalam usaha mencapai cita-cita/tujuan nasionalnya bangsa Indonesia tidak terhindar dari banyak sekali ancaman-ancaman yang adakala membahayakan keselamatannya. Teknik supaya sanggup menghadapi ancaman-ancaman tersebut, bangsa Indonesia harus mempunyai kemampuan, keuletan, dan daya tahan yang dinamakan ketahanan nasional. Kondisi atau situasi dan juga bisa dikatakan sikon bangsa kita ini selalu berubah-ubah tidak statik. Ancaman yang dihadapi juga tidak sama, baik jenisnya maupun besarnya. Karena itu ketahanan nasional harus selalu dibina dan ditingkatkan, sesuai dengan kondisi serta ancaman yang akan dihadapi. Dan inilah yang disebut dengan sifat dinamika pada ketahanan nasional.
Kata ketahanan nasional sudah sering kita dengar disurat kabar atau sumber-sumber lainnya. Mungkin juga kita sudah memperoleh gambarannya. Untuk mengetahui ketahanan nasional, sebelumnya kita sudah tau arti dari wawasan nusantara. Ketahanan nasional ialah kondisi dinamik yang dimiliki suatu bangsa, yang didalamnya terkandung keuletan dan ketangguhan yang bisa membuatkan kekuatan nasional.

Kekuatan ini dibutuhkan untuk mengatasi segala macam ancaman, tantangan, kendala dan gangguan yang eksklusif atau tidak eksklusif akan membahayakan kesatuan, keberadaan, serta kelangsungan hidup bangsa dan negara. Bisa jadi ancaman-ancaman tersebut dari dalam ataupun dari luar.

KETAHANAN NASIONAL INDONESIA
1. Perkembangan Ketahanan Nasional

Dewasa ini istilah ketahanan nasional sudah dikenal diseluruh Indonesia. Dapat dikatakan bahwa istilah itu sudah menjadi milik nasianal. Ketahanan Nasional gres dikenal semenjak permulaan tahun 60 an. Pada dikala itu istilah itu belum didiberi devenisi tertentu. Disamping itu belum pula disusun konsepsi yang lengkap menyeluruh wacana ketahanan nasional. Istilah ketahanan nasional pada waktu itu digunakan dalam rangka pembahasan problem training ter itorial atau problem pertahanan keamanan pada umumnya.

Walaupun banyak instansi maupun perorangan pada waktu itu menggunakan istilah ketahanan nasional, namun forum yang secara fokus dan terus-menerus mempelajari dan mengulas problem ketahanan nasional yaitu forum pertahanan nasional atau lemhanas. Sejak Lemhanas didirikan pada tahun 1965, maka problem ketahanan nasional selalu memperoleh perhatian yang besar.

Sejak mulai dengan mengulas problem ketahanan nasional hingga sekarang, sudah dihasilkan tiga konsepsi.Pengertian atau devenisi pertama Lemhanas, yang disebut dalam konsep 1968 yaitu sebagai diberikut :

Ketahanan nasional yaitu keuletan dan daya tahan kita dalam menghadapi segala kekuatan baik yang hadir dari luar maupun dari dalam yang eksklusif maupun tidak eksklusif membahayakan kelangsungan hidup Negara dan bangsa Indonesia.

Pengertian kedua dari Lemhanas yang disebut dalam ketahanan nasional konsepsi tahun 1969 ialah penyempurnaan dari konspsi pertama yaitu :

Ketahanan nasional yaitu keuletan dan daya tahan suatu bangsa yang mengandung kemampuan untuk memperkembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala ancaman baik yang hadir dari luar maupun yang hadir dari dalam yang eksklusif maupun tidak eksklusif membahayakan kelangsungan hidup Negara Indonesia.

Ketahanan nasional ialah kodisi dinamis suatu bangsa, meliputi keuletan dan ketangguahan, yang mengandung kemampuan membuatkan kekuatan nasional,didalam menghadapi didalam menghadapi dan mengisi segala tantangan, ancaman ,hambatan, serta gangguan baik yang hadir dari luar maupun dari dalam, yang eksklusif maupun tidak eksklusif membahayakan integritas,identitas , kelangsungan hidup bangsa dan Negara serta usaha mengejar usaha nasional.

Apabila kita bandingkan dengan yang terlampau, maka akan tampak perbedaan antara lain menyerupai diberikut :
  • Perumusan 1972 bersifat universal, dalam arti bahwa rumusan tersebut sanggup diterapkan dinegara-negara lain, terutama di Negara-negara yang sedang berkembang.
  • Tidak lagi diusahakan adanya suatu devenisi, sebagai gantinya dirumuskan apa yang dimaksud kan dengan istilah ketahanan nasional.
  • Jika lampau ketahanan nasional di identikkan dengan keuletan dan daya tahan , maka ketahanan nasional ialah suatu kondisi dinamis yang mencakupkan keuletan dan ketangguhan, yang berarti bahwa kondisi itu sanggup berubah.
  • Secara lengkap dicantumkan tantangan, ancaman , hambatan, serta ganguan.
  • Kelangsungan hidup lebih diperinci menjadi integritas, identitas, dan kelangsungan hidup.
Dalam pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia Jendral Suharto di depan siding dewan perwakilan rakyat tanggal 16 Agustus 1975, dikatakan bahwa ketahanan nsional yaitu tingkat keadaan dan keuletan dan ketangguhan bahwa Indonesia dalam menghimpun dan mengarahkan kesungguhan kemampuan nasional yang ada sehingga ialah kekuatan nasional yang bisa dan sanggup menghadapi setiap ancaman d an tantangan terhadap keutuhanan maupun kepribadian bangsa dan mempertahankan kehidupan dabn kelangsungan cita-citanya.

Karena keadaan selalu berkembang serta ancaman dan tantangan selalu berubah, maka ketahanan nasional itu juga harus dikembangkan dan dibina supaya memadai dengan perkembangan keadaan. Karena itu ketahanan nasional itu bersift dinamis, bukan statis.

Ikhtiar untuk mewujudkan ketahanan nasional yang kokoh ini bukanlah hl gres bagi kita. Tetapiu training dan peningkatannya sesuai dengan kebutuhan kemampuan dan fasililitas yang tersedi pula.
Pembinaan ketahanan nasional kita dilakukan dipelgai bidang : ideology , poluitik, ekonomi , sosial budaya dan hankam, baik secara serempak maupun berdasarkan prioritas kebutuhan kita.

2. Perwujudan Ketahanan Nasional Indonesia dalan Trigarta Untuk memdiberi citra umum wacana Indonesia, marilah kita mengulasas lampau dar segi aspek-aspek alamiah atau Trigatra dengan mulai meninjau :
a. Aspek lokasi dan posisi Geografis Wilayah Indonesia Jikalau kita melihat letak geografis wilayah Indonesia dalam peta dunia, maka akan nampak terang bahwa wilayah Negara tersebut ialah suatu kepulauan, yang berdasarkan wujud kedalam, terdiri dari tempat air dengan ribuan pulau-pulau didalamnya. Yang dalam bahasa absurd bisa disebut sebagai suatu archipelago kelvar, kepulauan itu ialah suatu archipelago yang terletak antara benua Asia disebelah utara dan benua Australia disebelah selatan serta samudra Indonesia disebelah barat dan samudra pasifik disebelah timr.

Berhubungan letak geografis antara dua benua dan samudra yang penting itu, maka dikatakan bahwa Indonesia mempunyai suatu kedudukan geograpis ditengah tengah jalan kemudian lintas silang dunia. Karena kedudukannya yagn strategis itu, dipandang dari tiga segi kesejahtraan dibidang politik, ekonomi dan sosial budaya Indonesia sudah banyak mengalami pertemuan dengan imbas pihak absurd (akulturasi).
Menurut catatan Indonesia terdiri dari wilayah lautan dengan 13.667 pulau besar dan kecil, diperkirakan 3.000 pulau diantaranya yang dialami penduduk.
Luas pulau-pulau diperkirakn 735.000 mil persegi, sedangkn luas perairannya ditaksir 3 hingga 4 kali luas tanah (pulau-pulau). Jarak antara ujung barat hingga ujung timur yaitu kira-kira 3.200 mil, secara geografis kepulauan Indonesia sanggup dibagi 4 kelompok pulau-pulau ialah :
  1. Sunda besar yang terdiri dari pulau sumtra, jawa , kalimntan , dan sulwesi.
  2. Sunda kecil yang dikenal sebagai nusa tenggara.
  3. Maluku, yang terdiri dari pulau-pulau diantara Sulawesi dan Irian Jaya. 
  4. Irian jaya.
b. Aspek Keadaan dan Sumber-sumber Kekayaaan Alam Telah dijelaskan, bahwa sumber-sumber alam terdapat diatmosfir ,dipermukaan bumi temasuk bahari dn perairan dan didalam bumi. Karena itu sumber-sumbe alam bekerjsama mempunyai arti yang sangat luas apalagi dimna Indonesia populer sebagai Negara yang mempunyai sumber-sumber alam yang sanggup dikatakan berlimpah-limpah.
Sebagai citra umum, disini dibatasi pada sumber-sumber alam termasuk : sumber-sumber pelican atau mineral : sumber-sumber nabati atau tanaman dan sumber-sumber hewani atau fauna.
Untuk memulai dengan sumber-sumber pelican atau mineral sanggup diutarakan, bahwa Indonesia mempunyai sumber-sumber mineral yang meliputi bahan-bahan galian, biji-bijian maupun bahan-bahan galian industri disamping sumber-sumber tenaga lain.

Perihal sumber nabati atau tanaman sanggup dikemukakan bahwa di Indonesia sudah ditemukan kira-kira 4000 jenis pohon-pohonan, kira-kira 1500 jenis paku-pakuan, dan kira-kira 5000 jenis anggrek. Adapula yang menyampaikan (van stenis) bahwa disini terdapat 25000 jenis tumbuh-tumbuhan (angiospermas) dan jenis tumbuh-tumbuhan paku-pakuan (pteridopit). Diantara tumbuh-tumbuhan itu, yang memang berasal dari Inodonesia ada, tetapi adapula yang dimasukkan ke Indonesia dari luar.

c. Aspek Penduduk sebagai citra umum terkena penduduk di dindonesia akan dijelaskan soal-soal menyerupai diberikut jumlah serta pembatasan penduduk distribusi secara geografis diseluruh Indonesia dan sebagai jawaban sehubungan dengan pertambangan serta penyebaran dan komposisi penduduk.

Perihal jumlah serta pertambangan penduduk sanggup diutarakan, bahwa berdasarkan dugaan, wabah-wabah penyakit, kerusakan pohon,jumlah tamat hidup yagn tinggi yang disertai dengan gangguan ketertiban dan keamanan umum, dalam era XVIII, sudah banyak menekan jumlah dan perkembangan penduduk, sehingga jumlah penduduk di jawa-madura diperkirakan spesialuntuk mencapai 5.000.000 jiwa, pada waktu itu. Bahan-bahan wacana keadaan penduduk diluar Jawa-Madura belum dikenal waktu itu, namun disanapun diduga jumlaspesialuntuk ditekan ole keadaan-keadaan menyerupai tersebut diatas.

3. Perwujudan Tannas Indonesia Dalam Pancagatra I. Ketahanan Nasional Dalam Bidang Ideologi yaitu sebagai diberikut
  • agar Pancasila sanggup dihayati dan diamalkan secara baik maka diputuskan oleh MPR RI ketetapan no II/MPR/1983 tanggal 22 Maret 1978 wacana ajaran penghayatan dan pengamalan pancasila (P4) atau yang kita kenal dengan eka prasetia pancakarsa yang artinya monoloyalitas/satu kesatuan terhadap lima kehendak
  • pedoman penghayatan dan pengamalan pancasila tidak ialah tafsir pancasila sebagai dasar negara.
  • P4 ialah penuntun dan pegangan hidup dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara bagi setiap masyarakat negara Indonesia.
  • Pancasila sudah diterima dan diputuskan sebagai dasar negara menyerupai tercantum dalam UUD. 1945
  • Untuk memenuhi kewajiban sebagai masyarakat negara dan masyarakat masyarakat
II. Ketahanan Nasional Dalam Bidang Politik
  • tingkat ketahanan nasional dibidang politik ditentukan oleh kemampuan sistem politik yang dianut dalam menanggulangi segala bentuk tantangan dan ancaman yang ditujukan kepada kehidupan politik bangsa Indonesia
  • sistem demokrasi liberal, sistem pemerintahan yang relatif stabil sanggup bertahan selama bertahun-tahun, akan tetapi tidak menghasilkan pemerintahan yang stabil.
  • dekrit Presiden pada tang 5 Juli 1959 kembali ke Undang-Undang Dasar 1945 akan tetapi didalam kenyataannya kita melakukan demokrasi terpimpin yang mendekatkan “kediktatoran” hal ini berperihalan dengan jiwa pancasila.
  • Pada pemerintahan orde gres (sejak 1966) kita melakukan Undang-Undang Dasar kenegaraan tahun 1968 Presiden RI pertanda wacana demokrasi Pancasila yang aturan dasar sudah diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945.
III. Ketahanan Nasional di Bidang Ekonomi Dalam melakukan acara perekonomian negara kita pernah
Melaksanakan sistem ekonomi liberal dan sistem ekonomi terpimpin dengan deklarasi ekonomi. Akan tetapi kedua sistem ekonomi tersebut tidak mencapai samasukan alasannya yaitu kedua-duanya tidak berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Sesudah sistem pemerintahan orde gres kita menggunakan sistem ekonomi pancasila. Pembangunan ekonomi yang berdasarkan pada demokrasi ekonomi menentukan bahwa masyarakat harus memegang peranan aktif dalam acara pembangunan. Pembangunan itu mempunyai ciri-ciri sebagai diberikut:
  • perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
  • cabang-cabang produksi penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara
  • bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.
  • Sumber-sumber keuangan dan kekayaan negara digunakan dengan permufakatn lembaga-lembaga perwakilan rakyat, serta pengawasan terhadap kebijaksanaan ada pada forum lembaga tertentu.
  • Warga negara mempunyai kebebasan dalam menentukan pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan dipekerjakan dan penghidupan yang layak.
  • Hak milik perorangan diakui dan memanfaatkannya dihentikan berperihalan dengan kepentingan masyarakat.
  • Fakir miskin dan belum dewasa yang terlantar dipelihara oleh Negara.
KESIMPULAN
  1. Ketahanan nasional yaitu : kondisi dinamik suatu bangsa yang meliputi keuletan dan ketangguhan yang bisa membuatkan kekuatan nasional didalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan,serta gangguan baik yang hadir dari dalam maupun dari luar yang secara eksklusif ataupun tidak eksklusif yang sanggup membahayakan integritas, identitas serta kelangsungan hidup bangsa dan Negara
  2. Perkembangan dan asas-asas konsepsi ketahanan nasional Indonesia. 
  • Perjuangan dan kemampuan bangsa Indonesia
  • Perkembangan konsepsi ketahanan nasional
  • Asas-asas dan kebijaksanaan umum.
3. Perwujudan nasional dalam pancagatra
  • Ketahanan nasional dibidang ideologi,
  • Ketahanan nasional dibidang politik,
  • Ketahanan nasional dibidang ekonomi,
  • Ketahanan nasional dibidang sosbud,
  • Ketahanan nasional dibidang pertahanan keamanan
Ketahanan nasional dianalisis berdasarkan pembidangan kehidupan nasional. Bangsa Indonesia membagi kehidupannya secara global kedalam delapan gatra. Trigatra meliputi beberapa aspek unsur-unsur alam yang terdiri atas kondisi geografis negara, kekayaan alam, dan keadaan serta kemampuan penduduk. Aspek pancagatra meliputi beberapa aspek unsur-unsur sosial yang meliputi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, hankam.

LihatTutupKomentar